Prof. Hendry Izaac Elim, M.Si, PhD, dosen Program Studi Fisika Universitas Pattimura, menjadi salah satu pembicara undangan pada The World Computing Power Network Conference 2026 di Sheraton Nanshan, Shenzhen, Tiongkok. Konferensi berlangsung pada 15-16 Oktober 2026, dan disambut oleh panitia penyelenggara, Dr. John Yang dari perusahaan AI Nanning. Forum ini mempertemukan ilmuwan, praktisi industri, dan pelaku bisnis dari berbagai negara, dengan Prof. Elim mewakili Indonesia di antara pembicara terpilih dari Tiongkok dan ASEAN. Pada 16 Oktober 2026, beliau tampil dalam sesi talk show di hadapan lebih dari 100 peserta dengan tema “AI Tokens as Great Intelligent Business and Investment”. Undangan ini melanjutkan keterlibatan beliau dalam seminar internasional pertama perusahaan yang sama di Nanning pada Mei 2025, yang diikuti sembilan pakar AI dari kawasan ASEAN. Keterlibatan itu bermula dari tulisan populer beliau tentang Trinity Intelligence yang dipublikasikan secara daring.

Dalam paparannya, Prof. Elim membahas peran token kecerdasan buatan (AI tokens) beserta implikasinya terhadap regulasi, bisnis, dan inovasi. Beliau merujuk data yang dipaparkan Prof. Torsten Hoefler dari ETH Zurich pada hari pertama konferensi, yaitu sekitar 423,9 triliun token yang diproses dalam satu hari. Beliau juga merujuk laporan AI Index 2026 yang mencatat total investasi AI dunia pada 2025 sebesar sekitar USD 6,184 triliun. Beliau mengaitkan angka-angka ini dengan kemajuan industri cip berukuran nanometer, seperti yang dikembangkan Nvidia, Samsung, dan TSMC. Terkait kesiapan Indonesia, beliau menekankan bahwa perguruan tinggi tidak perlu membangun infrastruktur AI yang mahal dan boros energi. Dengan koneksi internet berkecepatan tinggi yang sudah tersedia, peneliti dapat mengakses sumber daya AI global untuk riset dan pengembangan melalui layanan berlangganan yang terjangkau, sekitar USD 20-30 per bulan. Beliau menambahkan bahwa akses token tidak mengharuskan data berukuran besar dipindahkan dari server sumbernya.

Selain menjadi pembicara, Prof. Elim berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan sejumlah tokoh dunia yang hadir, di antaranya Prof. Torsten Hoefler dan Prof. Jack J. Dongarra, peraih Turing Award 2021. Di akhir paparan, beliau mengajukan sejumlah pertanyaan terbuka bagi komunitas ilmiah global. Pertanyaan itu mencakup tingkat kebenaran keluaran AI, pengembangan cip nano berkecepatan sangat tinggi (orde pikodetik) untuk mempercepat pemrosesan data jaringan komputasi, serta akurasi komputer kuantum berbasis struktur nano fotonik. Beliau juga menantang ilmuwan dari pulau-pulau kecil untuk berani menghasilkan temuan baru yang bermanfaat bagi kemanusiaan. Kehadiran dosen Fisika Universitas Pattimura di forum internasional ini menunjukkan bahwa Program Studi Fisika mampu berperan di tingkat global dan memperluas jejaring kerja sama, khususnya dalam bidang komputasi, nanoteknologi, dan kecerdasan buatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *