Ambon, 11 Agustus 2026. Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Universitas Pattimura, menyelenggarakan Lokakarya Peninjauan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) untuk periode lima tahun ke depan pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di Auditorium Lantai 4 Gedung FST. Kegiatan ini melibatkan unsur internal program studi, yaitu dosen, tenaga laboran, serta perwakilan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), bersama alumni dari Laboratorium Terpadu Blok Masela dan Politeknik Perkapalan Negeri Tual (Polikant Tual). Lokakarya turut dihadiri Gugus Jaminan Mutu (GJM) Fakultas Sains dan Teknologi serta sejumlah pemangku kepentingan eksternal, antara lain Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Ambon, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Maluku, RSUP Dr. J. Leimena, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Pusat Riset Laut Dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Maluku. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan FST Bidang Akademik, Mechiavel Moniharapon, S.Pt., M.Si., yang dalam sambutannya menegaskan peran fisika sebagai ilmu dasar yang menopang inovasi di berbagai sektor. “Program studi fisika harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan mempertahankan capaian akreditasi unggul. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan VMTS yang kita susun benar-benar menjawab kebutuhan nyata di masyarakat dan dunia industri”.

Forum diskusi yang berlangsung interaktif menghasilkan sejumlah masukan strategis dari para pemangku kepentingan bagi perumusan arah pengembangan program studi. BSPJI Maluku menyoroti pentingnya kompetensi lulusan di bidang kalibrasi dan pengujian alat industri, sementara Pusat Riset Laut Dalam BRIN menekankan penguatan riset terapan pada dinamika lingkungan laut dalam, geosains kelautan, dan teknologi kelautan. RSUP Dr. J. Leimena mengharapkan kontribusi lulusan fisika dalam pengembangan teknologi alat kesehatan dan riset biomedis, sedangkan BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Ambon menggarisbawahi relevansi kompetensi geofisika dalam mendukung sistem pemantauan dan mitigasi kebencanaan di wilayah kepulauan. Dinas ESDM Provinsi Maluku menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam merancang formasi kerja bagi lulusan, sementara DLHP Kota Ambon dan DLH Provinsi Maluku menekankan peran lulusan fisika dalam mendukung pengelolaan lingkungan dan penanganan persoalan persampahan. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Fisika dan BSPJI Maluku, yang menandai penguatan kerja sama kelembagaan di bidang pendidikan, pengujian, dan pengembangan kompetensi lulusan. Penandatanganan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BSPJI Maluku sebagai wujud komitmen bersama dalam menindaklanjuti hasil lokakarya menjadi kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.

Koordinator Program Studi Fisika, Dr. D. J. Patty, S.Si., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas semangat kolaboratif seluruh peserta, mulai dari unsur dosen, tenaga laboran, mahasiswa, alumni, hingga mitra strategis dari berbagai instansi. “Keterlibatan aktif stakeholder dan alumni dalam lokakarya ini menunjukkan bahwa Jurusan Fisika memiliki posisi strategis dalam menjawab kebutuhan daerah maupun nasional. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti masukan yang telah diberikan dalam perumusan kurikulum dan program kerja ke depan,” tegasnya. Melalui lokakarya ini, Program Studi Fisika FST UNPATTI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara menyeluruh, baik pada aspek teknis, riset, maupun komunikasi dan publikasi ilmiah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *